Bisnisupdate.id — Jakarta Suasana sidang kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta sempat diwarnai gelak tawa dari salah satu saksi, Selasa (3/2/2026). Tawa tersebut datang dari Hendrik Tio, Direktur PT Bhinneka Mentari Dimensi, yang dihadirkan sebagai saksi dalam perkara yang menjerat sejumlah pejabat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Hendrik memberikan keterangan terkait peran perusahaannya sebagai salah satu vendor penyedia Chromebook dalam proyek pengadaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) tahun 2022. Dalam persidangan, jaksa penuntut umum mendalami berbagai aspek, mulai dari proses pengadaan, hubungan antara vendor dengan pejabat kementerian, hingga mekanisme penentuan harga perangkat.
Momen mencuri perhatian terjadi saat jaksa menyinggung soal Suggested Retail Price (SRP) atau harga eceran yang disarankan produsen kepada penjual. Hendrik menjelaskan bahwa harga tersebut ditentukan oleh prinsipal atau produsen guna menjaga keseragaman harga di pasar. Namun, ketika jaksa mengaitkan penjelasan tersebut dengan kebijakan konsolidasi harga oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) akibat dugaan kemahalan harga Chromebook, Hendrik justru menyebut bahwa harga dalam pengadaan tersebut dinilai “terlalu murah”.
Pernyataan itu disertai tawa cekikikan Hendrik di ruang sidang, yang sontak memancing reaksi jaksa. Jaksa mempertanyakan logika keluhan harga yang dianggap murah, mengingat proyek tersebut melibatkan anggaran negara. Meski sempat bercanda, Hendrik kemudian menegaskan bahwa menurut informasi yang ia dengar, sebagian penyedia merasa harga konsolidasi terlalu rendah sehingga tidak semua vendor mampu mengikuti pengadaan.
Jaksa penuntut umum menilai konsolidasi harga justru dilakukan karena adanya indikasi kemahalan harga Chromebook. Berdasarkan dakwaan, harga satu unit Chromebook dalam pengadaan tersebut berkisar Rp5 juta hingga Rp6 juta, sementara sejumlah saksi menyebut perangkat serupa dapat diperoleh dengan harga Rp3 juta hingga Rp4 juta di pasaran.
Dalam perkara ini, PT Bhinneka Mentari Dimensi disebut memperoleh keuntungan sekitar Rp281,6 miliar. Secara keseluruhan, kasus pengadaan Chromebook diduga telah menyebabkan kerugian keuangan negara mencapai Rp2,1 triliun. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim bersama tiga terdakwa lainnya didakwa menyalahgunakan kewenangan dengan mengarahkan kebijakan pengadaan pada satu ekosistem produk berbasis Chrome.
Sidang lanjutan dijadwalkan akan menghadirkan prinsipal serta pihak LKPP untuk memperdalam pembuktian terkait mekanisme pembentukan harga dalam proyek pengadaan tersebut. Kasus ini terus menjadi sorotan publik karena menyangkut transparansi pengelolaan anggaran pendidikan nasional.
-A. H. I.












