Kolaborasi Pemerintah dan Industri Jadi Kunci Hadapi Gejolak Global di Indonesia Weekend Miner 2026

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Indonesia Weekend Miner (IWM) 2026 menjadi ruang dialog strategis bagi pelaku industri pertambangan nasional dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan perlambatan ekonomi global. Forum yang digelar oleh Indonesian Mining Association (IMA) bekerja sama dengan Harian Kompas ini berlangsung di Pidari Lounge by Plataran Hutan Kota, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1/2026), dan dihadiri sekitar 150 peserta dari kalangan pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi sektor mineral dan batu bara.

Mengusung tema “Strategi Industri Pertambangan: Inovasi, Investasi, dan Daya Saing dalam Era Hilirisasi”, IWM 2026 dirancang sebagai forum awal tahun yang bersifat kasual namun substansial. Berbeda dari pertemuan formal sebelumnya, acara ini diawali dengan morning walk di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), sebagai upaya membangun komunikasi yang lebih cair antar pemangku kepentingan industri pertambangan.

Ketua Umum IMA Rachmat Makkasau menegaskan bahwa sektor pertambangan nasional sepanjang 2025 menghadapi tantangan kompleks, mulai dari dinamika kebijakan hingga tuntutan keberlanjutan dan hilirisasi. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan industri, terutama mengingat peran strategis Indonesia sebagai pemasok utama komoditas mineral dunia, termasuk nikel yang menguasai lebih dari separuh kebutuhan global.

Dalam kesempatan yang sama, Pemimpin Redaksi Kompas sekaligus Kompas.id Haryo Damardono menyampaikan komitmen media untuk berperan sebagai mitra strategis industri pertambangan. Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga sebagai ruang dialog konstruktif untuk mendorong pembangunan nasional yang berkelanjutan. Kompas pun meluncurkan kanal Kompas Professional Mining sebagai wadah pemberitaan dan analisis mendalam seputar sektor pertambangan.

Diskusi panel yang digelar setelah sesi pembukaan menyoroti strategi industri dalam menghadapi tekanan global, termasuk perlambatan ekonomi dan proteksionisme perdagangan. Para narasumber dari pemerintah, perusahaan tambang, dan ekonom sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor, penguatan hilirisasi, serta penerapan prinsip good mining practices dan ESG menjadi fondasi utama agar industri pertambangan Indonesia tetap kompetitif dan berkelanjutan di tengah gejolak global.

-A. H. I

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *