Bisnisupdate.id — Jakarta Bank Indonesia (BI) bersama Bank of Korea melanjutkan tahapan persiapan implementasi sistem pembayaran lintas negara berbasis QR code antara Indonesia dan Korea Selatan. Layanan tersebut ditargetkan mulai dapat digunakan masyarakat pada April 2026.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa kesepakatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama kedua bank sentral yang telah dibangun sejak penandatanganan nota kesepahaman pada Juli 2024. Pembahasan teknis implementasi dilakukan dalam pertemuan tingkat tinggi yang dihadiri Gubernur BI Perry Warjiyo dan Gubernur Bank of Korea Rhee Chang Yong.
Melalui interkoneksi sistem pembayaran tersebut, masyarakat kedua negara nantinya dapat melakukan transaksi menggunakan kode QR secara langsung ketika berkunjung, tanpa harus menukarkan uang tunai terlebih dahulu. Kebijakan ini diharapkan mampu mempermudah wisatawan, pelajar, maupun pelaku bisnis dalam melakukan pembayaran di luar negeri.
BI menilai penggunaan pembayaran QR lintas negara akan meningkatkan efisiensi transaksi, sekaligus menekan biaya konversi valuta asing. Sistem ini juga sejalan dengan kerangka Local Currency Transaction (LCT) yang telah diterapkan Indonesia dan Korea sejak September 2024 untuk mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan bilateral.
Sebelumnya, QRIS Indonesia telah terhubung dengan beberapa negara di kawasan Asia, seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Jepang. Bank Indonesia juga tengah melakukan uji coba kerja sama serupa dengan Tiongkok serta menjajaki kolaborasi baru dengan India, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Kehadiran layanan QRIS lintas negara diharapkan tidak hanya memudahkan pembayaran wisatawan, tetapi juga memperkuat integrasi ekonomi digital, perdagangan internasional, dan sektor pariwisata antara Indonesia dan Korea Selatan.
-A. H. I.












