Shutdown AS Berakhir, Wall Street Euforia, IHSG dan Rupiah Bersiap Menguat

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Pasar keuangan global menunjukkan sinyal positif setelah muncul kabar bahwa penutupan pemerintahan Amerika Serikat (AS) atau government shutdown akan segera berakhir. Optimisme ini membuat bursa saham Wall Street melonjak tajam dan memberikan efek domino terhadap sentimen pasar di kawasan Asia, termasuk Indonesia.

Pada perdagangan Senin (10/11/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat menguat di awal sesi, namun akhirnya ditutup melemah tipis 0,04% ke level 8.391,24. Meski terjadi koreksi kecil, pergerakan pasar saham Tanah Air menunjukkan stabilitas yang cukup kuat. Sementara itu, nilai tukar rupiah justru melanjutkan tren penguatan, naik 0,21% menjadi Rp16.645 per dolar AS — memperpanjang tren positif selama tiga hari berturut-turut sejak 6 November 2025.

Data Refinitiv mencatat, penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS (DXY) yang turun ke level 99,548 pada pukul 15.00 WIB. Pelemahan dolar ini disebabkan oleh meningkatnya keyakinan bahwa Kongres AS akan segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri penutupan pemerintahan. Senat AS diketahui telah menyetujui langkah awal untuk meloloskan rancangan undang-undang pendanaan pemerintah hingga 30 Januari 2026.

Di pasar saham domestik, sektor utilitas memimpin penguatan dengan kenaikan 2,3%, diikuti oleh sektor properti (1,73%) dan bahan baku (1,07%). Namun demikian, sektor energi mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan 3,52%, sementara sektor keuangan dan kesehatan juga terkoreksi tipis. Koreksi IHSG salah satunya dipicu oleh penurunan tajam saham Dian Swastatika Sentosa (DSSA) milik grup Sinar Mas yang turun hingga 12% ke level 88.000, menyeret indeks sekitar 46 poin.

Meski begitu, beberapa saham unggulan seperti GoTo Gojek Tokopedia (GOTO), Barito Renewables Energy (BREN), dan Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) tercatat berhasil menahan pelemahan indeks dengan penguatan signifikan. Aktivitas perdagangan kemarin melibatkan lebih dari 43 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp20,6 triliun, menunjukkan minat investor yang tetap tinggi di tengah fluktuasi pasar.

Sementara itu, dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun turun tipis ke 6,13% dari sebelumnya 6,14%. Penurunan yield ini menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap SBN, seiring sentimen positif investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia di tengah gejolak global.

Kondisi pasar hari ini diproyeksikan akan bergerak positif mengikuti euforia Wall Street dan penguatan rupiah. Optimisme pelaku pasar juga didukung oleh potensi pemulihan ekonomi domestik yang kuat menjelang akhir tahun. Bila sentimen global terus membaik dan dolar AS melemah, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali menembus level psikologis baru dan memperpanjang reli penguatan di pasar keuangan Indonesia.

-A. H. I

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *