Rincian Utang Kereta Cepat Whoosh Jadi Sorotan, Puncaki Berita Ekonomi Terpopuler

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Sejumlah berita ekonomi nasional kembali menjadi perhatian publik pada Jumat (24/10/2025). Salah satu yang paling menarik perhatian pembaca adalah laporan mengenai rincian utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau yang lebih dikenal dengan nama Whoosh. Isu ini menempati posisi teratas berita ekonomi terpopuler di berbagai media, diikuti oleh topik lain seperti pergerakan harga emas Antam, kebijakan suku bunga, serta stabilitas nilai tukar rupiah.

Proyek kereta cepat Whoosh yang telah resmi beroperasi sejak 2 Oktober 2023, kini kembali ramai dibicarakan setelah muncul laporan mengenai total pembiayaannya yang membengkak hingga mencapai ratusan triliun rupiah. Sebagian besar dana proyek strategis nasional (PSN) ini bersumber dari pinjaman luar negeri, yang menimbulkan perdebatan mengenai keberlanjutan beban utangnya terhadap keuangan negara. Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa proyek ini tetap menjadi simbol kemajuan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah, meski dari sisi pembiayaan perlu dilakukan evaluasi ulang agar lebih efisien di masa depan.

Selain berita soal kereta cepat, Bank Indonesia (BI) juga menjadi sorotan setelah menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 150 basis poin hingga ke level 4,75 persen. Namun, transmisi penurunan suku bunga ini belum sepenuhnya berdampak pada penurunan bunga kredit di sektor perbankan. Para pelaku usaha berharap kebijakan ini dapat segera terasa agar biaya pinjaman menjadi lebih terjangkau dan roda ekonomi dapat berputar lebih cepat.

Dari sektor industri, Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menyampaikan usulan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar kebijakan pajak perhiasan diterapkan hanya di tingkat produsen, bukan pada seluruh rantai distribusi. Menurut asosiasi, langkah ini dinilai bisa meringankan beban pelaku usaha kecil serta menjaga daya saing industri perhiasan dalam negeri di tengah ketatnya persaingan global.

Sementara itu, kabar menggembirakan datang dari sektor logam mulia. Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali meroket hingga Rp33.000 per gram setelah sempat terpuruk beberapa hari sebelumnya. Kenaikan harga ini dipicu oleh melemahnya dolar AS dan meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga terus berupaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi. Bank sentral mengklaim bahwa posisi rupiah saat ini sudah relatif stabil berkat kombinasi kebijakan moneter dan intervensi pasar yang terukur. Upaya ini diharapkan mampu memberikan rasa percaya diri bagi investor dan menjaga iklim investasi tetap kondusif menjelang akhir tahun.

Dengan berbagai isu tersebut, dinamika ekonomi Indonesia menunjukkan bahwa sektor keuangan nasional terus bergerak dinamis — menghadapi tantangan, namun juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan berkelanjutan.

-A. H. I

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *