Danantara Segera Umumkan Pemenang Tender Waste to Energy Tahap Pertama

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara memasuki tahap akhir seleksi pemenang tender proyek Waste to Energy (WtE) gelombang pertama. Program ini akan dijalankan di empat wilayah, yakni Bali, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta, sebagai bagian dari upaya pengembangan pengolahan sampah berbasis energi di Indonesia.

Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, menjelaskan bahwa proses evaluasi saat ini dilakukan oleh komite seleksi yang terdiri dari sekitar 60 anggota. Tim tersebut bertugas memastikan setiap kandidat memenuhi standar administratif, teknis, lingkungan, hingga aspek tata kelola perusahaan. Pengumuman pemenang direncanakan pada pekan kedua Maret 2026, meskipun jadwal tersebut sedikit mundur dari rencana awal karena adanya penyempurnaan teknis.

Menurut Fadli, penetapan pemenang untuk proyek di Bekasi dan Bali telah mendekati tahap final. Sementara itu, proses untuk Bogor dan Yogyakarta masih membutuhkan beberapa penyesuaian sebelum diputuskan secara resmi. Ia menegaskan bahwa perusahaan yang terpilih wajib memiliki kemampuan operasional yang kuat, dukungan finansial yang memadai, serta sistem manajemen risiko yang teruji.

Selain itu, Danantara mensyaratkan setiap peserta menggandeng mitra lokal dalam proposalnya. Kehadiran mitra lokal dinilai penting untuk membantu proses perizinan, sosialisasi kepada masyarakat, serta memahami kondisi sosial dan budaya setempat. Namun, mitra tersebut tidak harus berasal dari sektor pengelolaan sampah. Perusahaan dari sektor lain, seperti energi atau pertambangan, tetap dimungkinkan selama memiliki kompetensi relevan, misalnya dalam instalasi teknologi termal.

Dari total 24 perusahaan yang mendaftar pada tahap awal, hanya sembilan yang menyerahkan proposal resmi. Satu di antaranya gugur karena tidak memenuhi ketentuan terkait kemitraan lokal. Fakta ini menunjukkan seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan proyek berjalan sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Sejumlah emiten di pasar modal disebut-sebut berpotensi terlibat sebagai mitra dalam proyek ini, seperti PT Daaz Bara Lestari Tbk, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, PT Maharaksa Biru Energi Tbk, dan PT Multi Hanna Kreasindo Tbk. Namun demikian, pihak Danantara belum memberikan konfirmasi resmi mengenai nama perusahaan yang akan ditetapkan sebagai pemenang.

Untuk gelombang kedua, tender direncanakan mencakup sembilan kota tambahan dan akan dimulai setelah periode Lebaran. Pengumuman pemenang tahap lanjutan ditargetkan pada pertengahan 2026. Berbeda dengan tahap pertama, Danantara membuka peluang bagi perusahaan lain untuk mendaftar sehingga kompetisi diharapkan lebih luas dan beragam.

Proyek Waste to Energy menjadi salah satu megaproyek strategis yang diharapkan dapat menjawab persoalan pengelolaan sampah perkotaan sekaligus menghasilkan energi alternatif. Dengan skema seleksi yang diklaim transparan dan berbasis tata kelola yang kuat, pemerintah menargetkan proyek ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperkuat ekosistem investasi hijau di Indonesia.

-A. H. I.

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *