Bisnisupdate.id — Jakarta PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatat kinerja gemilang pada kuartal III 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini melonjak 28,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya dan meningkat 117,4 persen secara tahunan. Secara kumulatif, laba bersih UNVR sepanjang Januari hingga September 2025 mencapai Rp3,3 triliun.
Berdasarkan riset Ciptadana Sekuritas Asia (24/10), pertumbuhan tersebut didorong oleh pemulihan penjualan serta peningkatan efisiensi biaya dan pengelolaan rantai pasok. Penjualan kuartal III tercatat sebesar Rp9,4 triliun, naik 7,7 persen secara kuartalan dan 12,4 persen secara tahunan—menjadi titik balik setelah periode lesu akibat penyesuaian stok dan proses transformasi bisnis.
Secara keseluruhan, pendapatan UNVR pada periode Januari–September 2025 meningkat 0,7 persen year-on-year menjadi Rp27,6 triliun. Kenaikan harga produk sebesar 1,8 persen mampu menutupi penurunan volume penjualan sebesar 1,1 persen. Meski pangsa pasar nilai sedikit turun ke 33 persen dan volume ke 27 persen, manajemen tetap optimistis terhadap pemulihan struktural yang tengah berlangsung.
Salah satu langkah strategis perusahaan adalah divestasi bisnis es krim, yang sebelumnya menyumbang 10,3 persen dari total penjualan (Rp2,8 triliun) dan 8,1 persen dari laba bersih (Rp270 miliar). Setelah pemisahan segmen ini, margin keuntungan meningkat moderat, dengan gross margin naik 14 basis poin dan laba sebelum pajak naik 37 basis poin. Manajemen menilai langkah tersebut akan memperkuat fokus UNVR pada kategori produk inti.
Selain itu, UNVR juga melanjutkan program pembelian kembali saham (buyback) yang telah mencakup 168,8 juta saham atau 14,3 persen dari total program, dan akan berlanjut hingga 30 Oktober 2025. Perusahaan juga berencana mempertahankan rasio pembagian dividen sebesar 100 persen, dengan kemungkinan dividen spesial dari hasil penjualan bisnis es krim, tergantung persetujuan regulator.
Manajemen menyebut kinerja kuartal III sebagai momentum penting dalam proses transformasi UNVR. Meski biaya transformasi diperkirakan meningkat pada kuartal IV, total beban tahunan diyakini masih sejalan dengan realisasi tahun sebelumnya. Dengan efisiensi operasional yang terus ditingkatkan, profitabilitas UNVR diproyeksikan tetap menguat.
Pasca laporan keuangan tersebut dirilis, saham UNVR tercatat naik 9,1 persen. Analis Ciptadana Sekuritas pun berencana merevisi naik proyeksi laba 2025 serta target harga saham perusahaan.
Disclaimer
Investasi saham mengandung risiko dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Informasi ini disusun berdasarkan materi dan sumber-sumber terpercaya, serta tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun. Informasi ini bukan merupakan ajakan atau paksaan untuk melakukan transaksi, dan tidak ada jaminan atas hasil atau transaksi yang dilakukan.
-A. H. I












