Bisnisupdate.id — Jakarta Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mencatat kenaikan tajam usai mengumumkan rencana pemisahan sebagian bisnis dan aset jaringan fiber optik ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF). Transaksi bernilai sekitar Rp35,78 triliun ini membuat harga saham TLKM melonjak 9,86% ke posisi Rp3.230 per saham pada perdagangan Selasa (21/10/2025).
Menurut Senior Vice President Corporate Secretary Telkom Indonesia, Jati Widagdo, langkah spin-off ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperluas nilai tambah, dan mengoptimalkan aset jaringan yang dimiliki Telkom. Ia juga menegaskan bahwa restrukturisasi tersebut akan memperkuat posisi Telkom sebagai penyedia utama infrastruktur konektivitas di Indonesia, sekaligus mendukung agenda pemerataan digital nasional.
Dalam tahap awal, Telkom akan memindahkan lebih dari 50% aset dan bisnis fiber optik ke TIF pada kuartal IV 2025, dan sisanya akan ditransfer sepenuhnya pada semester II 2026. Meski melepas sebagian bisnisnya, Telkom tetap akan memegang 99,99% saham TIF.
Pihak manajemen menambahkan, spin-off ini dilakukan tanpa benturan kepentingan dan tidak akan berdampak negatif terhadap kondisi keuangan perusahaan. Telkom juga sedang menyiapkan strategi kemitraan guna memperluas ekspansi bisnis fiber, baik secara organik maupun anorganik.
Dari sisi analis, JP Morgan Sekuritas memberi peringkat netral untuk saham TLKM dengan target harga Rp3.000 per saham, sementara mayoritas analis Bloomberg merekomendasikan beli dengan rata-rata target harga Rp3.524. Beberapa lembaga seperti Citi dan Maybank bahkan menargetkan saham TLKM bisa menembus Rp3.700–Rp4.000 per saham.
Langkah korporasi ini dinilai akan memperkuat daya saing Telkom dalam industri telekomunikasi dan mempercepat penetrasi layanan fixed broadband di berbagai wilayah Indonesia.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
-A. H. I












