Bisnisupdate.id — Jakarta Nilai tukar rupiah kembali melemah pada pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (17/11/2025). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp16.726 per dolar AS, terkoreksi sekitar 0,11% atau 19 poin dibanding penutupan sebelumnya.
Pergerakan rupiah yang lesu pagi ini terjadi di tengah penguatan tipis indeks dolar AS (DXY) yang naik 0,08% ke posisi 99,37. Kenaikan dolar ini juga memberikan tekanan bagi sejumlah mata uang Asia lainnya. Yen Jepang, dolar Singapura, won Korea Selatan, hingga yuan China tercatat ikut melemah dalam rentang 0,05%—0,31%.
Pada perdagangan Jumat (14/11), rupiah sebenarnya sempat ditutup menguat tipis 0,13% ke Rp16.707 per dolar AS. Namun analis memperkirakan tren pelemahan kembali terjadi pada awal pekan ini.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada kisaran Rp16.700–Rp16.740 per dolar AS. Menurutnya, ada kombinasi sentimen global dan domestik yang mempengaruhi dinamika kurs rupiah saat ini.
Sentimen Global: Dampak Shutdown AS & Ekspektasi The Fed
Dari sisi eksternal, pelaku pasar global masih bereaksi terhadap kesepakatan untuk mengakhiri shutdown pemerintahan Amerika Serikat. Membaiknya suasana pasar membuat minat terhadap aset lindung nilai seperti emas menurun, namun dolar tetap berada di level kuat.
Selain itu, investor menunggu sejumlah data ekonomi AS yang tertunda selama masa shutdown dan akan dirilis kembali seiring berjalannya kembali aktivitas pemerintahan federal. Data-data tersebut diperkirakan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan penurunan suku bunga The Fed pada Desember 2025.
Sentimen Domestik: Stabilitas Makro & Kebijakan Pemerintah
Di dalam negeri, kebijakan ekonomi era Presiden Prabowo Subianto dipandang menempatkan disiplin fiskal dan stabilitas makro sebagai fokus utama. Sejumlah analis menilai fondasi ekonomi Indonesia pada 2025 cukup kuat, terutama dengan inflasi inti yang diproyeksikan stabil di kisaran 2,5%—3,2%.
Kondisi harga yang terjaga ini diyakini memberikan kepastian bagi rumah tangga maupun pelaku industri untuk merencanakan kegiatan ekonomi sepanjang tahun.
Dengan kombinasi faktor global yang masih berubah cepat dan kondisi domestik yang relatif stabil, pergerakan rupiah diperkirakan tetap dinamis dalam beberapa pekan ke depan.
-A. H. I.












