Kemenag Catat 226 Pesantren di Sumatera Terdampak Banjir dan Longsor

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 226 pesantren di wilayah Sumatera terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir. Pesantren-pesantren tersebut tersebar di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari ringan hingga berat.

Direktur Pesantren Kemenag, Basnang Said, menjelaskan bahwa pemetaan kerusakan telah dilakukan melalui Kantor Wilayah Kemenag di masing-masing provinsi. Pemetaan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi bangunan pesantren serta menentukan langkah penanganan yang sesuai. Saat ini, sebagian besar pesantren masih melakukan pembersihan material lumpur dan sisa-sisa banjir.

Basnang menambahkan, untuk pesantren yang mengalami kerusakan berat, kegiatan belajar mengajar sementara waktu diliburkan demi menjaga keselamatan santri dan tenaga pendidik. Meski demikian, ia memastikan para santri tetap mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari pengasuh pesantren selama masa pemulihan berlangsung.

Kemenag juga telah menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp3 miliar yang digunakan untuk pemulihan sarana dan prasarana pesantren terdampak. Sementara itu, pesantren dengan kategori rusak berat direncanakan akan mendapatkan bantuan pembangunan yang akan diprogramkan mulai tahun 2026, termasuk perbaikan bangunan serta penataan lingkungan pesantren.

Di sisi lain, pemerintah pusat turut menyiapkan langkah lanjutan dalam penanganan pascabencana. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan rencana pembentukan satuan tugas khusus yang fokus pada rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera. Pemerintah juga telah memulai pembangunan ribuan hunian tetap bagi warga terdampak guna mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan pendidikan di daerah bencana.

-A. H. I.

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *