BPBD Pastikan Seluruh Wilayah Jakarta Bebas Genangan Banjir

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memastikan seluruh wilayah ibu kota yang sebelumnya terdampak banjir kini telah kembali normal. Genangan air akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak akhir pekan lalu dilaporkan sudah sepenuhnya surut pada Senin (26/1/2026) dini hari.

Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan hingga pukul 03.00 WIB, tidak ada lagi titik banjir yang tersisa di wilayah Jakarta. Banjir diketahui mulai terjadi sejak Kamis (22/1) akibat intensitas hujan tinggi yang berlangsung secara merata di sejumlah kawasan.

Menurut Yohan, surutnya banjir merupakan hasil dari kerja sama lintas instansi yang melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), mulai dari BPBD, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), hingga PPSU di tingkat kelurahan. Upaya tersebut dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan pendukung, termasuk pompa mobile, untuk mempercepat penyedotan air serta memastikan saluran dan tali air berfungsi optimal.

Selain peran pemerintah, BPBD juga menekankan keterlibatan masyarakat dalam penanganan banjir. Unsur RT/RW, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), dan tokoh masyarakat turut dilibatkan dalam membantu pengawasan serta pelaporan kondisi di lapangan.

Meski banjir telah surut, BPBD DKI Jakarta tetap mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan masih bisa terjadi. Masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi selama 24 jam apabila menghadapi kondisi darurat atau genangan kembali muncul.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jakarta terus memperkuat langkah antisipasi banjir, terutama selama musim penghujan. Salah satu strategi yang diterapkan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta TNI Angkatan Udara. Operasi tersebut diperpanjang hingga 27 Januari 2026 dengan tujuan menekan potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir.

Selain modifikasi cuaca, Pemprov Jakarta juga mengoptimalkan ratusan pompa air dan infrastruktur pengendali banjir di titik-titik rawan yang dioperasikan selama 24 jam. Upaya jangka menengah turut dilakukan melalui percepatan normalisasi sungai dan waduk. Saat ini, sekitar 185 sungai dan 15 waduk tengah dinormalisasi, dengan fokus pada tiga aliran utama, yakni Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov Jakarta berharap risiko banjir dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

– A. H. I.

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *