Bisnisupdate.id — Jakarta Pertemuan tatap muka antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Korea Selatan berakhir tanpa pernyataan resmi dari kedua belah pihak. Pertemuan yang digelar di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, pada Kamis (30/10) pagi waktu setempat itu hanya berlangsung sekitar satu jam empat puluh menit.
Pertemuan ini menjadi momen penting karena merupakan pertemuan langsung pertama antara Trump dan Xi dalam enam tahun terakhir. Banyak pihak berharap keduanya dapat membuka jalan menuju stabilisasi hubungan AS–China yang selama ini tegang akibat perang dagang dan isu geopolitik lainnya.
Trump datang bersama sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Keuangan Scott Bessent, dan Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Sementara Xi didampingi oleh Menteri Luar Negeri Wang Yi, Menteri Perdagangan Wang Wentao, serta Wakil Perdana Menteri He Lifeng.
Sebelum pertemuan dimulai, Trump sempat melontarkan pujian kepada Xi yang ia sebut sebagai “negosiator yang tangguh”, dan menyatakan keyakinannya bahwa pembicaraan tersebut akan menghasilkan “kesepahaman luar biasa” bagi hubungan jangka panjang kedua negara. Di sisi lain, Xi menyampaikan pentingnya kerja sama antara dua kekuatan besar dunia itu meski kerap berbeda pandangan. “China dan AS harus mampu memikul tanggung jawab bersama sebagai negara besar dan bekerja sama demi kepentingan global,” ujarnya.
Topik yang diyakini menjadi fokus pembahasan meliputi perang dagang antara kedua negara, ketidakseimbangan neraca perdagangan, kebijakan ekspor China terhadap logam tanah jarang, serta pembatasan akses China terhadap teknologi tinggi asal Amerika Serikat. Isu lain seperti peredaran fentanyl ilegal yang melibatkan rantai pasokan dari China juga diduga masuk dalam agenda diskusi.
Namun, usai pertemuan tertutup tersebut, baik Trump maupun Xi tidak memberikan komentar kepada media. Tidak ada pernyataan bersama, kesepakatan, atau tanda-tanda jelas mengenai hasil pembicaraan.
Setelah pertemuan berakhir, Trump langsung menuju pesawat kepresidenan Air Force One yang telah menunggunya di Bandara Busan. Ia hanya melambaikan tangan dan mengepalkan tinju sebelum menaiki tangga pesawat. Beberapa menit kemudian, Air Force One lepas landas meninggalkan Korea Selatan. Sementara itu, Xi Jinping tampak meninggalkan lokasi menggunakan limusinnya tanpa memberikan komentar kepada awak media.
Keheningan pasca pertemuan ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan pengamat internasional. Sebagian menilai, diamnya kedua pemimpin menunjukkan bahwa pembahasan belum mencapai titik temu, sementara pihak lain menilai langkah tersebut bisa menjadi strategi diplomatik untuk menjaga stabilitas hubungan yang sensitif di antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.
-A. H. I












