Bisnisupdate.id — Jakarta Insiden anjloknya Kereta Api (KA) Purwojaya di wilayah emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (25/10/2025) pukul 14.14 WIB, menyebabkan gangguan besar terhadap sejumlah perjalanan kereta dari Jakarta dan sekitarnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak pada pembatalan hingga keterlambatan beberapa perjalanan kereta jarak jauh.
Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, menjelaskan bahwa seluruh penumpang KA Purwojaya telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Sebanyak enam unit bus dikerahkan untuk mengantar penumpang menuju stasiun tujuan masing-masing. “Seluruh proses evakuasi berjalan lancar, dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” kata Anne dalam keterangan resminya.
Tujuh Perjalanan KA Dibatalkan
Manager Humas KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyebutkan sedikitnya tujuh perjalanan kereta dibatalkan akibat insiden tersebut. Beberapa di antaranya termasuk KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap, Argo Muria, dan Argo Sindoro. Selain itu, dua layanan Commuter Line, yakni Jatiluhur dan Walahar, juga mengalami pembatasan lintas perjalanan.
“Sebagai dampak dari kejadian tersebut, sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh dan Commuter Line mengalami pembatalan dan pembatasan lintasan,” ujar Ixfan. Ia menambahkan bahwa pada Minggu (26/10), perjalanan KA Argo Merbabu relasi Gambir–Semarang Tawang juga terpaksa dibatalkan karena proses perbaikan jalur masih berlangsung.
KAI Minta Maaf dan Janjikan Percepatan Penanganan
Atas gangguan layanan ini, KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak. “KAI menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan yang perjalanannya terganggu. Kami tengah melakukan percepatan penanganan di lokasi agar jalur kembali normal dan perjalanan dapat lancar kembali,” jelas Ixfan.
Ia menegaskan, KAI berkomitmen mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang, serta menjamin seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur. Penumpang yang mengalami keterlambatan lebih dari satu jam akan memperoleh kompensasi berupa service recovery sesuai kebijakan perusahaan.
Jalur Dinyatakan Bisa Dilalui Kembali
Setelah dilakukan evakuasi dan perbaikan, jalur rel di titik Km 55+900 hingga 56+500 kembali bisa dilalui, meski dengan kecepatan terbatas sekitar 10 km/jam. KA Parahyangan relasi Gambir–Bandung menjadi kereta pertama yang melewati jalur tersebut usai perbaikan selesai.
“Kami mengapresiasi seluruh petugas di lapangan yang bekerja tanpa henti untuk menormalisasi jalur. Kami juga memohon maaf atas keterlambatan maupun pembatalan perjalanan yang terjadi selama proses evakuasi,” tutur Ixfan.
Penumpang Pilih Batalkan Perjalanan
Akibat keterlambatan yang berkepanjangan, sejumlah calon penumpang di Stasiun Gambir memutuskan membatalkan perjalanan mereka. Pantauan di lokasi menunjukkan antrean panjang di layanan pelanggan, dengan nomor antrean pembatalan mencapai lebih dari seratus orang.
Tata (70), calon penumpang KA Papandayan, mengaku memilih membatalkan tiketnya setelah menunggu berjam-jam tanpa kepastian. “Sudah dari pagi nunggu, tapi belum ada informasi kapan berangkat. Jadi saya putuskan cancel saja,” ungkapnya.
Calon penumpang lainnya, Dana (30), yang seharusnya berangkat menggunakan KA Gunungjati, juga mengalami hal serupa. Ia mengatakan tidak mengetahui adanya gangguan hingga akhirnya diberi tahu bahwa keretanya dibatalkan. “Saya sempat ditawari kereta lain, tapi ternyata kereta pengganti itu tidak berhenti di stasiun tujuan saya. Jadi akhirnya batal juga,” ujarnya dengan nada kecewa.
Keluhan Penumpang Soal Waktu Libur yang Terpotong
Beberapa penumpang mengaku kecewa karena waktu libur mereka terbuang akibat insiden ini. Dana mengatakan ia hanya memiliki waktu libur tiga hari, yang kini sebagian besar habis di stasiun. “Harusnya bisa berangkat hari Minggu pagi, tapi karena anjlok ini, semuanya jadi mundur. Libur saya terpotong,” keluhnya.
Penumpang Menunggu Berjam-jam Tanpa Kepastian
Sejumlah penumpang lain memilih tetap menunggu di stasiun. Fachmi (19), warga Jakarta yang hendak ke Cirebon, mengaku telah menunggu lebih dari tiga jam tanpa informasi pasti. “Sudah tiga kali tanya ke petugas, tapi belum ada kepastian. Jadi ya nunggu aja di sini,” katanya.
Nasum (63), penumpang tujuan Purwokerto, juga mengeluhkan hal serupa. Ia dan keluarganya sudah menunggu lebih dari dua jam tanpa kepastian waktu keberangkatan. “Kalau sampai tiga jam nggak ada kabar, mungkin saya pilih batal aja,” ujarnya.
KAI Imbau Penumpang Cek Informasi Terbaru
KAI mengimbau seluruh penumpang untuk selalu memeriksa status perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, atau menghubungi Contact Center 121. Hal ini dilakukan agar penumpang mendapatkan informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan selama proses normalisasi jalur berlangsung.
-A. H. I












