Bisnisupdate.id — Jakarta Sejumlah mantan duta besar Republik Indonesia serta pengamat hubungan internasional melakukan pertemuan dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di kediamannya yang berlokasi di Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Kamis (12/3/2026) malam. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana diskusi dan bertujuan untuk bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi global serta dinamika geopolitik internasional yang tengah berkembang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, para mantan duta besar telah lebih dahulu hadir dan berkumpul di salah satu ruangan di kediaman Jusuf Kalla. Tak lama kemudian, Jusuf Kalla bergabung dalam diskusi tersebut. Dalam ruangan itu juga tampak sebuah papan tulis yang digunakan untuk mendukung jalannya diskusi, menandakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung secara serius dan mendalam.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya mantan Duta Besar RI untuk PBB di Jenewa, Makarim Wibisono; mantan Duta Besar RI untuk Kamboja, Nazaruddin Nasution; mantan Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Australia, Imron Cotan; serta mantan Duta Besar RI untuk Britania Raya, Hamzah Thayeb. Selain itu, hadir pula mantan Duta Besar RI untuk Bulgaria merangkap Albania, Bunyan Saptomo.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah diplomat lain, seperti mantan Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Rauf; mantan Duta Besar RI untuk Spanyol, Wieke Adiyatwidi Adiwoso; mantan Duta Besar RI untuk Ethiopia, Al Busyra Basnur; serta mantan Duta Besar RI untuk Kenya, Hery Saripudin. Selain para diplomat, diskusi tersebut turut melibatkan pengamat hubungan internasional, Dinna Prapto Raharja.
Salah satu perwakilan peserta pertemuan menyampaikan bahwa diskusi tersebut bertujuan untuk meminta pandangan serta masukan dari Jusuf Kalla terkait perkembangan politik global yang sedang berlangsung. Sebagai tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi dan penyelesaian konflik internasional, pandangan Jusuf Kalla dinilai penting untuk memahami potensi peran Indonesia dalam merespons situasi global yang semakin kompleks.
Sebelumnya, Jusuf Kalla juga diketahui menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas kondisi terbaru yang terjadi di Iran, termasuk dampak konflik yang menimbulkan korban sipil. Pihak Iran juga disebut berharap adanya dukungan dari negara-negara mayoritas Muslim, termasuk Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia memiliki potensi untuk berperan dalam upaya mendorong dialog dan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Ia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto siap apabila diminta untuk mengambil peran sebagai mediator dalam konflik yang tengah berkembang di kawasan tersebut.
-A. H. I.












