Presiden Prabowo Tunjuk Purnawirawan TNI Prihati Pujowaskito sebagai Dirut BPJS Kesehatan

  • Bagikan

Bisnisupdate.id — Jakarta Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan untuk periode 2026–2031. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 17/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Dewan Pengawas serta Direksi BPJS Kesehatan.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menyampaikan bahwa pengangkatan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat tata kelola lembaga sekaligus memastikan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, pembaruan struktur kepemimpinan diperlukan guna menjawab tantangan pembiayaan kesehatan, peningkatan kualitas layanan, serta perluasan cakupan kepesertaan.

Sebelum pengangkatan tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon Dewan Pengawas sesuai mekanisme peraturan perundang-undangan. Masa jabatan Dewan Pengawas dan Direksi BPJS Kesehatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS, yakni lima tahun dan dapat diusulkan kembali untuk satu periode berikutnya.

Selain menetapkan direktur utama, pemerintah juga mengumumkan susunan Dewan Pengawas periode 2026–2031 yang terdiri atas unsur pekerja, pemerintah, pemberi kerja, dan tokoh masyarakat. Dewan Pengawas bertugas mengawasi kebijakan dan kinerja Direksi, termasuk pengelolaan Dana Jaminan Sosial, serta memberikan rekomendasi kepada Presiden terkait pelaksanaan tugas BPJS Kesehatan. Sementara itu, Direksi bertanggung jawab atas operasional harian lembaga, mulai dari perencanaan program, pengelolaan sumber daya manusia, hingga pengadaan barang dan jasa.

Prihati Pujowaskito sendiri dikenal sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dengan latar belakang militer. Lulusan kedokteran yang lahir di Solo pada 29 Maret 1967 tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang pelayanan kesehatan dan manajemen rumah sakit. Ia pernah bertugas sebagai dokter di Komando Pasukan Khusus (Kopassus) serta menjabat Kepala Departemen Jantung di RSPAD Gatot Soebroto. Sebelum dipercaya memimpin BPJS Kesehatan, Prihati juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Kedokteran Militer di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

Penunjukan figur berlatar belakang militer sekaligus tenaga medis ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat tata kelola dan efisiensi layanan kesehatan nasional. Ke depan, tantangan yang dihadapi BPJS Kesehatan tidak hanya menyangkut stabilitas keuangan program JKN, tetapi juga peningkatan mutu pelayanan di fasilitas kesehatan serta pemerataan akses layanan bagi masyarakat di berbagai daerah.

Dengan kepemimpinan baru ini, publik menaruh harapan agar BPJS Kesehatan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan dana, memperbaiki sistem klaim, serta memastikan peserta memperoleh manfaat sesuai haknya. Perubahan kepemimpinan ini sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem jaminan kesehatan nasional agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

-A. H. I.

  • Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *